{"id":2962,"date":"2025-11-24T04:21:38","date_gmt":"2025-11-24T04:21:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/?p=2962"},"modified":"2026-05-19T03:59:58","modified_gmt":"2026-05-19T03:59:58","slug":"potensi-meginduksi-apoptosis-pada-akar-bajakah-sebuah-harapan-yang-menjanjikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/2025\/11\/24\/potensi-meginduksi-apoptosis-pada-akar-bajakah-sebuah-harapan-yang-menjanjikan\/","title":{"rendered":"Akar Bajakah, Harapan Yang Menjanjikan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-left has-normal-font-size\"><strong>Akar Bajakah<\/strong> (sering disebut juga <strong>Kayu Bajakah<\/strong>) adalah nama umum yang merujuk pada beberapa spesies tumbuhan Liana atau akar menjalar dari hutan hujan tropis <strong>Kalimantan<\/strong>. Tanaman ini telah lama dikenal dan digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat <strong>Dayak<\/strong> sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketenaran Kayu Bajakah meroket setelah <a href=\"https:\/\/kemkes.go.id\/id\/menkes-terus-dukung-penelitian-akar-bajakah\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/kemkes.go.id\/id\/menkes-terus-dukung-penelitian-akar-bajakah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sebuah penelitian ilmiah siswa di Palangkaraya pada tahun 2019 <\/a>yang menyoroti potensinya, terutama dalam pengobatan kanker.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color has-large-font-size wp-elements-e64405c731b69fe35dfe034ae7fa831f\" style=\"color:#142cb1\">Manfaat Tradisional Akar Bajakah <\/h2>\n\n\n\n<p>Secara tradisional, masyarakat Dayak menggunakan Kayu Bajakah untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan, antara lain termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Anti-Kanker dan Tumor:<\/strong> Ini adalah klaim paling populer, di mana Bajakah dipercaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Anti-Inflamasi:<\/strong> Membantu meredakan peradangan atau bengkak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menguatkan Imunitas:<\/strong> Dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menyembuhkan Luka:<\/strong> Secara topikal, ekstraknya digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perawatan Kulit:<\/strong> Beberapa jenis diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan kulit.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color has-large-font-size wp-elements-fc65957f2170295f413b093e3d855f9d\" style=\"color:#131aa6\">Jenis Varian Akar Bajakah Yang Terkenal<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa penelitian in vitro yang membandingkan berbagai jenis Bajakah menemukan bahwa jenis dari genus <strong>Uncaria<\/strong> dan <strong>Spatholobus<\/strong> menunjukkan aktivitas sitotoksik yang paling menonjol:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bajakah Kalalawit<\/strong> (<em>Uncaria gambir<\/em> Roxb.):\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Seringkali dilaporkan memiliki <strong>aktivitas sitotoksik tertinggi<\/strong> di antara jenis-jenis Bajakah yang diuji, terutama setelah melalui proses ekstraksi yang dioptimalkan (seperti ekstraksi <em>reflux<\/em> menggunakan etanol).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bajakah Tampala<\/strong> (<em>Spatholobus littoralis<\/em> Hassk.):\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Merupakan jenis yang paling sering diteliti dan secara konsisten menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dan MCF-7, meski potensinya tergolong lemah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"584\" src=\"https:\/\/kelolasehat.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Bajakah-2a-1024x584.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4516\" srcset=\"https:\/\/kelolasehat.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Bajakah-2a-1024x584.png 1024w, https:\/\/kelolasehat.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Bajakah-2a-300x171.png 300w, https:\/\/kelolasehat.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Bajakah-2a-768x438.png 768w, https:\/\/kelolasehat.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Bajakah-2a-1200x684.png 1200w, https:\/\/kelolasehat.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Bajakah-2a-600x342.png 600w, https:\/\/kelolasehat.my.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Bajakah-2a.png 1230w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Iilustrasi Pohon Akar Bajakah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color has-large-font-size wp-elements-a039b318816cc4aa2945657f7f9b2eb4\" style=\"color:#1022a8\">Penelitian Praklinis <\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian <strong>praklinis<\/strong> (dilakukan di laboratorium, seperti pada kultur sel <em>in vitro<\/em> atau pada hewan coba) telah memberikan hasil yang menjanjikan, yang sebagian besar berfokus pada potensi anti-kanker:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aktivitas Anti-Kanker:<\/strong> Beberapa studi praklinis telah menunjukkan bahwa ekstrak Kayu Bajakah (terutama spesies <em>Spatholobus<\/em> dan <em>Uncaria<\/em>) memiliki efek <a href=\"https:\/\/journal.uny.ac.id\/index.php\/saintek\/article\/view\/41211\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/journal.uny.ac.id\/index.php\/saintek\/article\/view\/41211\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>sitotoksik<\/strong> (mematikan) terhadap beberapa jenis sel kanker<\/a>, seperti sel kanker payudara, sel kanker paru, dan sel kanker hati. Senyawa aktifnya diyakini mampu memicu <strong>apoptosis<\/strong> (kematian sel terprogram) pada sel kanker.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Antioksidan dan Anti-Inflamasi:<\/strong> Penelitian juga mengkonfirmasi tingginya kandungan antioksidan dan kemampuan Bajakah untuk menekan beberapa mediator inflamasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color has-large-font-size wp-elements-3a13935bbc268d42176f75c250fc1e0f\" style=\"color:#1525a6\">Ringkasan Penelitian Ilmiah Akar Bajakah<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th><strong>Aspek Penelitian<\/strong><\/th><th><strong>Hasil Utama (Praklinis)<\/strong><\/th><th><strong>Sumber Penelitian<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Kandungan Kimia (Skrining Fitokimia)<\/strong><\/td><td>Mengandung senyawa metabolit sekunder yang kaya, terutama: <strong>Flavonoid, Saponin, Tanin, Fenolik, Alkaloid, dan Terpenoid.<\/strong><\/td><td>Fitriani et al. (2020), Saputera et al. (2019)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Aktivitas Anti-Kanker (Sitotoksik)<\/strong><\/td><td>Ekstrak Bajakah menunjukkan efek sitotoksik terhadap beberapa lini sel kanker, seperti: <strong>Sel Kanker Payudara T47D<\/strong> dan <strong>MCF-7<\/strong>. Aktivitas ini dikaitkan dengan kandungan flavonoid dan antioksidan yang tinggi.<\/td><td>Aliviyanti et al. (2021), Mochtar et al. (2022)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Aktivitas Antioksidan<\/strong><\/td><td>Dikonfirmasi memiliki kadar antioksidan yang sangat kuat (kategori sangat kuat, IC50), jauh lebih tinggi dari tumbuhan lain yang pernah ditemukan.<\/td><td>Hartanti et al. (2021), Widowati (2011)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Aktivitas Anti-Inflamasi<\/strong><\/td><td>Ekstrak Kayu Bajakah (dengan pelarut etanol) terbukti memiliki efektivitas sebagai <strong>anti-inflamasi<\/strong> (<em>in vivo<\/em> pada tikus).<\/td><td>Nastati &amp; Nugraha (2022)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Aktivitas Anti-Mikroba<\/strong><\/td><td>Terbukti efektif sebagai <strong>antibakteri<\/strong> terhadap beberapa jenis bakteri, termasuk <em>Staphylococcus aureus<\/em> dan <em>Escherichia coli<\/em>.<\/td><td>Weldy et al. (2022), Mochtar et al. (2022)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penyembuhan Luka<\/strong><\/td><td>Senyawa Saponin dan Tanin diduga dapat merangsang <strong>angiogenesis<\/strong> (pembentukan pembuluh darah baru) yang penting dalam proses penyembuhan luka.<\/td><td>Studi oleh Saputera dan Ayuchecaria (2018)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Kandungan zat anti-kanker pada akar bajakah dalam penelitian <strong>in vitro<\/strong> (uji di laboratorium pada kultur sel) menunjukkan adanya <strong>aktivitas sitotoksik<\/strong> (kemampuan membunuh sel) terhadap beberapa jenis sel kanker, terutama <strong>sel kanker payudara<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/2026\/03\/31\/peran-kayu-sintuk-dalam-kesehatantinjauan-medis-dan-tradisional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/2026\/03\/31\/peran-kayu-sintuk-dalam-kesehatantinjauan-medis-dan-tradisional\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-primary-color has-text-color has-link-color wp-elements-9d7b3a1a2bd84b5267f41b1f7cb4994d\">Tingkat Potensi<\/h3>\n\n\n\n<p>Potensi sitotoksik ekstrak bajakah terhadap sel kanker payudara T47D dan MCF-7 berada dalam rentang <strong>ratusan hingga ribuan \u03bcg\/mL<\/strong> (mikrogram per mililiter).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contoh Nilai IC50 (terhadap sel T47D):<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ekstrak Bajakah <strong>terbaik<\/strong> yang diuji (misalnya Bajakah Kalalawit dengan metode ekstraksi tertentu) menghasilkan nilai IC50 sekitar <strong>407&nbsp;\u03bcg\/mL<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Bajakah Tampala menghasilkan nilai IC50 sekitar <strong>708&nbsp;\u03bcg\/mL<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perbandingan dengan Obat Standar:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebagai perbandingan, obat standar (kontrol positif) seperti <strong>Tamoksifen<\/strong> biasanya memiliki nilai IC50 yang jauh lebih rendah, yaitu di bawah <strong>10&nbsp;\u03bcg\/mL<\/strong> (misalnya, 9&nbsp;\u03bcg\/mL atau 5,1&nbsp;\u03bcg\/mL).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Berdasarkan kriteria umum farmakologi, zat dengan IC50 di atas 100&nbsp;\u03bcg\/mL seringkali diklasifikasikan memiliki <strong>potensi lemah<\/strong> atau <strong>tidak aktif<\/strong> sebagai antikanker. Namun, adanya aktivitas sitotoksik dan kemampuan menginduksi apoptosis (kematian sel kanker) menunjukkan bahwa Akar Bajakah <strong>mengandung zat aktif<\/strong> yang patut diteliti lebih lanjut.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color has-large-font-size wp-elements-effe73610487bbafa18530e8c17c940b\" style=\"color:#1410b9\">Pengembangan Penelitian pada Akar Bajakah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">Untuk mengkonfirmasi bahwa ekstrak Bajakah memang menginduksi apoptosis pada jenis sel kanker yang berbeda (tidak hanya payudara, tetapi juga usus besar, paru-paru, hati, leukemia, dll.) dan sel kanker yang resisten terhadap obat. Maka upaya pengujian lebih lanjut tetap diharapkan, dengan metode Uji sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Viabilitas Sel:<\/strong> Menggunakan MTT assay atau MTS assay untuk mengukur IC50 pada berbagai lini sel kanker.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Apoptosis:<\/strong> Menggunakan <em>Annexin V\/Propidium Iodide (PI) staining<\/em> dengan <em>flow cytometry<\/em> untuk mengukur persentase sel yang mengalami apoptosis dini dan lanjut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fragmentasi DNA:<\/strong> Menggunakan <em>DNA laddering<\/em> atau <em>TUNEL assay<\/em> untuk mendeteksi pemecahan DNA, ciri khas apoptosis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Morfologi Sel:<\/strong> Mengamati perubahan morfologi sel (kondensasi kromatin, pembentukan <em>apoptotic bodies<\/em>) di bawah mikroskop.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color has-large-font-size wp-elements-1d0ba161d544df8c436797704b4b58e0\" style=\"color:#092ba4\">Formulasi dan Uji Klinis (Jangka Panjang)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">Untuk mengembangkan bentuk sediaan (misalnya, kapsul, tablet) yang stabil dan bioavailabel dari ekstrak atau senyawa aktif Bajakah, dapat dilakukan dengan beberapa metode sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Melakukan studi stabilitas, farmakokinetik (bagaimana obat diserap, didistribusikan, dimetabolisme, dan diekskresikan), dan farmakodinamik (efek obat pada tubuh).<\/li>\n\n\n\n<li>Pengembangan penelitian ini membutuhkan kerjasama dari berbagai disiplin ilmu, seperti farmakologi, biologi molekuler, kimia medisinal, fitokimia, onkologi, dan toksikologi.<\/li>\n\n\n\n<li>Melalui pendekatan yang komprehensif ini, kita dapat menggali lebih dalam potensi akar Bajakah dalam menginduksi apoptosis dan berpotensi mengembangkannya sebagai agen terapi kanker di masa depan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size\"><em>Key Word : Akar Bajakah, Apoptosis, Herbal Dayak Kalimantan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Disclaimer: Artikel ini memuat iklan sponsor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akar Bajakah (sering disebut juga Kayu Bajakah) adalah nama umum yang merujuk pada beberapa spesies tumbuhan Liana atau akar menjalar dari hutan hujan tropis Kalimantan. Tanaman ini telah lama dikenal dan digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Ketenaran Kayu Bajakah meroket setelah sebuah penelitian ilmiah siswa di Palangkaraya pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2964,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[76,77,78],"class_list":["post-2962","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-makanan-sehat","tag-akar-bajakah","tag-anti-kanker","tag-herbal-kalimantan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2962"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2962\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5004,"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2962\/revisions\/5004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kelolasehat.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}