Selama ini, di Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara, Krokot (Portulaca oleracea) hanya dikenal sebagai gulma di persawahan, di sela-sela paving, atau pakan tambahan untuk jangkrik dan burung. Namun, siapa sangka tanaman “tak berharga” ini kini menyandang gelar Superfood dari para ahli nutrisi global.
Mengapa tanaman ini sekarang begitu istimewa? Mari kita bedah argumentasi medis dan bukti otentik di baliknya.
Dari beberapa publikasi dan jurnal penelitian disebutkan, bahwa tanaman Krokot merupakan salah satu sumber micronutrient berkualitas :
Memiliki Kandungan Omega-3 Tertinggi di Kerajaan Tumbuhan
Argumentasi utama yang mengangkat status krokot adalah kandungan asam lemaknya. Berbeda dengan sayuran hijau lainnya, krokot adalah sumber Asam Alfa-Linolenat (ALA)—salah satu jenis Omega-3—yang sangat tinggi. Krokot memiliki kandungan Omega-3 yang jauh lebih tinggi dibandingkan bayam. Bahkan, krokot mengandung lima kali lebih banyak Omega-3 dibandingkan sayuran hijau komersial lainnya. Penelitian tersebut merujuk pada karya Artemis P. Simopoulos (2002, 2004) di Journal of the American College of Nutrition mengenai keunggulan gizi tanaman liar.
Sumber Antioksidan Alami
Warna kemerahan pada batang krokot merupakan indikator adanya Betalain, sebuah antioksidan kuat yang juga ditemukan pada buah bit.
- Vitamin A: Sangat tinggi (mencapai 1320 IU per 100g), penting untuk kesehatan mata dan kulit.
- Vitamin C & E: Berperan sebagai penangkal radikal bebas dan penguat sistem imun.
- Glutation: Antioksidan master yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Mengandung Mineral untuk Kesehatan Jantung
Krokot mengandung dua mineral penting dalam rasio yang seimbang: Magnesium dan Kalium. Kombinasi ini sangat krusial untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko stroke.
Lalu dengan fakta di atas apakah saat ini tanaman Krokot (Purslane) telah menjadi Superfood yang diakui dunia?
Secara otentik, krokot bukanlah “makanan baru”. World Health Organization (WHO) telah memasukkan Portulaca oleracea ke dalam daftar “World’s Most Used Medicinal Plants” (Tanaman Obat yang Paling Banyak Digunakan di Dunia). Di Yunani, krokot sudah dikonsumsi sejak zaman kuno untuk mengobati radang usus dan masalah kemih.
- Mesir Kuno: Bukti arkeobotani menunjukkan bahwa krokot telah dikenal di lembah Sungai Nil sejak ribuan tahun lalu. Masyarakat Mesir Kuno menggunakannya sebagai sayuran, dan obat untuk masalah pencernaan.
- Yunani Kuno (Abad ke-4 SM): Bapak Botani, Theophrastus, mencatat krokot sebagai salah satu tanaman musim panas yang penting. Sementara itu, Pedanius Dioscorides (dokter tentara Romawi penulis De Materia Medica) merekomendasikan krokot untuk meredakan sakit kepala, peradangan, dan demam.
- Filosofi Romawi: Pliny the Elder, seorang penulis dan naturalis Romawi, menyarankan orang-orang memakai jimat dari krokot untuk mengusir roh jahat, yang secara metaforis menunjukkan betapa tingginya “kekuatan” tanaman ini bagi kesehatan mereka.
- Tiongkok (TCM): Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, krokot dikenal sebagai “Ma Chi Xian” (Sayuran Gigi Kuda). Sejak dinasti-dinasti awal, krokot digunakan sebagai “antibiotik alami”.
- India (Ayurveda): Dalam teks Ayurveda, krokot disebut Loni. Para praktisi kuno menggunakannya untuk memperkuat fungsi hati, mengobati penyakit kulit, dan sebagai tonik untuk meningkatkan vitalitas (karena kandungan mineralnya yang tinggi).
- Eropa Utara: Di Inggris, krokot sering dijadikan acar (pickled purslane) untuk disimpan selama musim dingin. Rasanya yang renyah dan asam memberikan sensasi segar di tengah makanan musim dingin yang berat.
- Indonesia: Di nusantara, krokot secara historis menjadi “pangan darurat” atau kudapan pedesaan. Masyarakat Jawa mengenalnya sebagai bahan Kuluban atau Urap. Karena sifatnya yang mudah tumbuh tanpa perawatan, krokot menjadi sumber mikronutrisi gratis bagi petani saat jeda musim tanam padi.
- Thoreau, filsuf terkenal asal Amerika, mencatat dalam bukunya Walden (1854) bahwa ia pernah makan malam hanya dengan krokot yang ia rebus. Ia memuji rasanya yang memuaskan dan kemudahannya didapatkan di alam liar.
Mengapa Krokot Sempat Terlupakan?
Status krokot menurun menjadi “pakan jangkrik” atau gulma terutama karena munculnya pertanian monokultur (seperti jagung dan gandum) yang menggunakan herbisida secara masif. Krokot dianggap mengganggu tanaman utama, sehingga nilainya di mata masyarakat modern sempat merosot. Namun, seiring dengan gerakan Back to Nature dan riset Omega-3 pada tahun 1980-an oleh Dr. Artemis Simopoulos, krokot kembali naik kasta menjadi superfood global.
| Era | Wilayah | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Kuno | Mesir & Yunani | Obat peradangan & penawar racun |
| Abad Pertengahan | Tiongkok & India | Antibiotik alami & kesehatan pencernaan |
| Abad 17-19 | Eropa | Sayuran gourmet & acar |
| Abad 20 | Global | Dianggap gulma / pakan ternak |
| Abad 21 | Global | Diakui sebagai Superfood (Omega-3 tinggi) |
KORA Organics Turmeric Glow Moisturizer, Hydrate and Illuminate, Certified Organic, Cruelty Free, Refillable, 1.69 fl oz


Visit & Buy Here:https://amzn.to/4azUltW
Bagaimana cara menikmati Krokot?
Anda bisa mengolahnya menjadi tumisan, mencampurnya ke dalam salad, atau menjadikannya lalapan segar. Pastikan Anda mengambil krokot dari area yang bersih dan bebas pestisida. Kunci dalam mengolah krokot sebagai superfood adalah minimalisir panas. Paparan panas yang terlalu tinggi atau terlalu lama dapat merusak kandungan Omega-3 dan Vitamin C yang menjadi keunggulan utamanya
Berikut adalah dua resep praktis dengan pendekatan berbeda: satu versi segar (untuk nutrisi maksimal) dan satu versi tumis kilat (untuk lidah lokal).
- Salad Krokot “Mediterranean Energy” (Tanpa Dimasak)
Ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan 100% nutrisi mikro tanpa ada yang rusak karena penguapan. Tekstur krokot yang crunchy dan sedikit asam sangat cocok dengan dressing lemon.

Gambar Ilustrasi
Bahan-bahan:
- 2 genggam pucuk krokot segar (pilih yang muda dan batangnya masih empuk).
- 10 butir tomat ceri, belah dua.
- 1 buah mentimun, potong dadu.
- Booster: 1 sendok makan biji wijen atau kacang tanah sangrai (untuk tambahan zink).
Dressing (Kunci Penyerapan Nutrisi):
- 2 sdm Minyak Zaitun (Extra Virgin Olive Oil).
- 1 sdm Air perasan lemon atau jeruk nipis.
- Sedikit garam laut dan lada hitam.
Cara Membuat:
- Cuci bersih krokot di air mengalir, rendam sebentar dengan air garam untuk memastikan tidak ada sisa tanah atau serangga kecil.
- Keringkan krokot, lalu campur dalam wadah bersama tomat dan mentimun.
- Siram dengan dressing, aduk rata.
- Tips: Kandungan lemak dari minyak zaitun sangat penting untuk membantu tubuh menyerap Vitamin A dan E yang bersifat larut lemak pada krokot.
- Tumis Krokot “Flash-Sear” Bawang Putih

Gambar Ilustrasi
Bahan-bahan:
- 200 gram krokot (batang dan daun).
- 3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus (mengandung alisin untuk anti-inflamasi).
- 1 buah cabai merah besar, iris serong.
- 1 sdm saus tiram (opsional).
- 1 sdt minyak wijen.
Cara Membuat:
- Panaskan sedikit minyak di wajan dengan api besar.
- Tumis bawang putih dan cabai hingga harum (sekitar 30 detik).
- Masukkan krokot. Jangan tambahkan air agar tekstur tidak lembek.
- Aduk cepat selama 60-90 detik saja hingga layu sedikit namun warna tetap hijau cerah.
- Matikan api, masukkan minyak wijen, aduk, dan segera sajikan.
Mengapa Resep Ini “Super”?
- Bawang Putih + Krokot: Kombinasi ini menciptakan sinergi antioksidan yang kuat untuk kesehatan pembuluh darah.
- Asam (Lemon/Jeruk): Vitamin C pada jeruk membantu penyerapan Zat Besi non-heme yang ada pada krokot secara lebih efisien ke dalam darah.
Catatan Penting: Karena krokot mengandung asam oksalat (seperti bayam), bagi Anda yang memiliki riwayat batu ginjal, disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar atau merebusnya sebentar lalu membuang air rebusannya sebelum diolah.
Kesimpulan :
Krokot bukan lagi sekadar tanaman liar. Dengan bukti ilmiah yang menunjukkan kadar Omega-3 yang luar biasa serta profil antioksidan yang lengkap, ditambah sejarah kemanfaatannya yang panjang, krokot adalah solusi pangan murah, namun berkualitas tinggi bagi manusia modern. Budidaya Tanaman Krokot menjadi potensi yang memiliki nilai krusial.
Keyword: Tanaman Krokot (Purslane), Superfood omega-3
Disclaimer: Artikel ini memuat iklan sponsor