Kelola Sehat

HEALTH IS AN INVESTMENT

Categories
Makanan Sehat

Potensi “Menginduksi apoptosis” pada akar Bajakah, sebuah harapan yang menjanjikan.

Akar Bajakah adalah warisan herbal yang menarik dari Kalimantan.

Kayu Bajakah (sering disebut juga Akar Bajakah) adalah nama umum yang merujuk pada beberapa spesies tumbuhan liana atau akar menjalar dari hutan hujan tropis Kalimantan. Tanaman ini telah lama dikenal dan digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit.

Ketenaran Kayu Bajakah meroket setelah sebuah penelitian ilmiah siswa di Palangkaraya pada tahun 2019 yang menyoroti potensinya, terutama dalam pengobatan kanker.

Secara tradisional, masyarakat Dayak menggunakan Kayu Bajakah untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan, antara lain termasuk:

  1. Anti-Kanker dan Tumor: Ini adalah klaim paling populer, di mana Bajakah dipercaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.
  2. Anti-Inflamasi: Membantu meredakan peradangan atau bengkak.
  3. Menguatkan Imunitas: Dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
  4. Menyembuhkan Luka: Secara topikal, ekstraknya digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka.
  5. Perawatan Kulit: Beberapa jenis diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan kulit.

Beberapa penelitian in vitro yang membandingkan berbagai jenis Bajakah menemukan bahwa jenis dari genus Uncaria dan Spatholobus menunjukkan aktivitas sitotoksik yang paling menonjol:

  1. Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb.):
    • Seringkali dilaporkan memiliki aktivitas sitotoksik tertinggi di antara jenis-jenis Bajakah yang diuji, terutama setelah melalui proses ekstraksi yang dioptimalkan (seperti ekstraksi reflux menggunakan etanol).
  2. Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.):
    • Merupakan jenis yang paling sering diteliti dan secara konsisten menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dan MCF-7, meski potensinya tergolong lemah.

Penelitian praklinis (dilakukan di laboratorium, seperti pada kultur sel in vitro atau pada hewan coba) telah memberikan hasil yang menjanjikan, yang sebagian besar berfokus pada potensi anti-kanker:

  • Aktivitas Anti-Kanker: Beberapa studi praklinis telah menunjukkan bahwa ekstrak Kayu Bajakah (terutama spesies Spatholobus dan Uncaria) memiliki efek sitotoksik (mematikan) terhadap beberapa jenis sel kanker, seperti sel kanker payudara, sel kanker paru, dan sel kanker hati. Senyawa aktifnya diyakini mampu memicu apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker.
  • Antioksidan dan Anti-Inflamasi: Penelitian juga mengkonfirmasi tingginya kandungan antioksidan dan kemampuan Bajakah untuk menekan beberapa mediator inflamasi.
Aspek PenelitianHasil Utama (Praklinis)Sumber Penelitian
Kandungan Kimia (Skrining Fitokimia)Mengandung senyawa metabolit sekunder yang kaya, terutama: Flavonoid, Saponin, Tanin, Fenolik, Alkaloid, dan Terpenoid.Fitriani et al. (2020), Saputera et al. (2019)
Aktivitas Anti-Kanker (Sitotoksik)Ekstrak Bajakah menunjukkan efek sitotoksik terhadap beberapa lini sel kanker, seperti: Sel Kanker Payudara T47D dan MCF-7. Aktivitas ini dikaitkan dengan kandungan flavonoid dan antioksidan yang tinggi.Aliviyanti et al. (2021), Mochtar et al. (2022)
Aktivitas AntioksidanDikonfirmasi memiliki kadar antioksidan yang sangat kuat (kategori sangat kuat, IC50), jauh lebih tinggi dari tumbuhan lain yang pernah ditemukan.Hartanti et al. (2021), Widowati (2011)
Aktivitas Anti-InflamasiEkstrak Kayu Bajakah (dengan pelarut etanol) terbukti memiliki efektivitas sebagai anti-inflamasi (in vivo pada tikus).Nastati & Nugraha (2022)
Aktivitas Anti-MikrobaTerbukti efektif sebagai antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri, termasuk Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Weldy et al. (2022), Mochtar et al. (2022)
Penyembuhan LukaSenyawa Saponin dan Tanin diduga dapat merangsang angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) yang penting dalam proses penyembuhan luka.Studi oleh Saputera dan Ayuchecaria (2018)

Potensi kandungan zat anti-kanker pada akar bajakah dalam penelitian in vitro (uji di laboratorium pada kultur sel) menunjukkan adanya aktivitas sitotoksik (kemampuan membunuh sel) terhadap beberapa jenis sel kanker, terutama sel kanker payudara (T47D, MCF-7, dan MDA-MB-231). Aktivitas anti-kanker dalam studi in vitro diukur menggunakan nilai IC50 (Inhibitory Concentration 50%), yaitu konsentrasi ekstrak yang dibutuhkan untuk membunuh 50% sel kanker. Semakin kecil nilai IC50, semakin kuat atau semakin toksik ekstrak tersebut.

Dalam beberapa penelitian, potensi sitotoksik ekstrak bajakah terhadap sel kanker payudara T47D dan MCF-7 berada dalam rentang ratusan hingga ribuan μg/mL (mikrogram per mililiter).

  • Contoh Nilai IC50 (terhadap sel T47D):
    • Ekstrak Bajakah terbaik yang diuji (misalnya Bajakah Kalalawit dengan metode ekstraksi tertentu) menghasilkan nilai IC50 sekitar 407 μg/mL.
    • Bajakah Tampala menghasilkan nilai IC50 sekitar 708 μg/mL.
  • Perbandingan dengan Obat Standar:
    • Sebagai perbandingan, obat standar (kontrol positif) seperti Tamoksifen biasanya memiliki nilai IC50 yang jauh lebih rendah, yaitu di bawah 10 μg/mL (misalnya, 9 μg/mL atau 5,1 μg/mL).

Kesimpulan Potensi: Berdasarkan kriteria umum farmakologi, zat dengan IC50 di atas 100 μg/mL seringkali diklasifikasikan memiliki potensi lemah atau tidak aktif sebagai antikanker. Namun, adanya aktivitas sitotoksik dan kemampuan menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) menunjukkan bahwa Bajakah mengandung zat aktif yang patut diteliti lebih lanjut.

Beberapa studi in vitro menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Bajakah dapat menginduksi apoptosis (kematian sel kanker) dan menekan viabilitas sel, mengindikasikan adanya zat antikanker yang bekerja pada mekanisme seluler, meskipun dalam kadar kecil.

Visit & Buy:https://amzn.to/4seQryt

Untuk mengkonfirmasi bahwa ekstrak Bajakah memang menginduksi apoptosis pada jenis sel kanker yang berbeda (tidak hanya payudara, tetapi juga usus besar, paru-paru, hati, leukemia, dll.) dan sel kanker yang resisten terhadap obat.

Beberapa Metode Yang Dapat Dilakukan:

  • Uji Viabilitas Sel: Menggunakan MTT assay atau MTS assay untuk mengukur IC50 pada berbagai lini sel kanker.
  • Uji Apoptosis: Menggunakan Annexin V/Propidium Iodide (PI) staining dengan flow cytometry untuk mengukur persentase sel yang mengalami apoptosis dini dan lanjut.
  • Uji Fragmentasi DNA: Menggunakan DNA laddering atau TUNEL assay untuk mendeteksi pemecahan DNA, ciri khas apoptosis.
  • Uji Morfologi Sel: Mengamati perubahan morfologi sel (kondensasi kromatin, pembentukan apoptotic bodies) di bawah mikroskop.

Untuk mengembangkan bentuk sediaan (misalnya, kapsul, tablet) yang stabil dan bioavailabel dari ekstrak atau senyawa aktif Bajakah.

Metode:

  1. Melakukan studi stabilitas, farmakokinetik (bagaimana obat diserap, didistribusikan, dimetabolisme, dan diekskresikan), dan farmakodinamik (efek obat pada tubuh).
  2. Pengembangan penelitian ini membutuhkan kerjasama dari berbagai disiplin ilmu, seperti farmakologi, biologi molekuler, kimia medisinal, fitokimia, onkologi, dan toksikologi.
  3. Melalui pendekatan yang komprehensif ini, kita dapat menggali lebih dalam potensi akar Bajakah dalam menginduksi apoptosis dan berpotensi mengembangkannya sebagai agen terapi kanker di masa depan.

Key Word : Akar Bajakah, Apoptosis, Herbal Dayak Kalimantan

Disclaimer: Artikel ini memuat iklan sponsor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *